Showing posts with label Kaliadem. Show all posts

Tarif Sewa Homestay, Kapal, Alat Snorkeling di Pulau Harapan, Kep. Seribu 2020

Kapal jelajah pulau dan snorkeling ukuran 15 orang

PER 20 MARET 2020, AKSES TRANSPORTASI KE KEPULAUAN SERIBU DITUTUP UNTUK SEMENTARA UNTUK MENCEGAH PENYEBARAN COVID19

Dibawah ini tarif harga homestay, sewa kapal snorkeling, alat snorkeling dan lainnya yang beredar di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu jika ingin kesana tanpa trip operator atau jalan sendiri. Turun di dermaga Pulau Harapan udah banyak yang nawarin homestay dan kapal snorkeling. Jadi jangan ragu datang ke sana yaa..

[ Updated 5 Februari 2020 ]

Homestay (rumah tinggal) ber-AC :
- Isi 5 orang : Rp350.000 - 400.000 (Per Kamar) / malam
- Isi 15 orang : Rp500.000 - Rp650.000 (Rumah 2 kamar) / malam
- Isi 20 orang : Rp750.000 - Rp1.000.000 (Rumah 3 kamar) / malam
Tiap homestay biasanya disediakan kasur lebih untuk digelar di ruang tengah / ruang tamu agar bisa jadi tempat tidur tambahan.

Kapal 
- Isi 10 orang : Rp400.000 - Rp500.000 (maks. 15 orang) / trip
- Isi 20 orang : Rp600.000 - Rp800.000 / trip
- Isi 30 orang : Rp1.000.000 - Rp1.200.000 / trip
Demi keamanan, jangan dipaksain kapasitasnya! Contoh, kapal isi 20 diisi untuk 25 orang. Per trip ini adalah sekali jalan. Misal Sabtu jalan dan minggu pagi mau jelajah pulau lagi itu masuknya 2 trip.

Ikan Untuk BBQ
- Tongkol : Rp20.000 / Kg
- Kakap : Rp40.000 / Kg
- Cumi : Rp40.000 / Kg

Lain-lain
- Kapal kayu tradisional Kaliadem - Harapan : Rp60.000 / Orang / Sekali Jalan
- Kapal Marina Ancol : Rp250.000 / Orang / Sekali Jalan
- Uang Retribusi Dishub Kaliadem : Rp2.000
- Makan Prasmanan : Rp25.000 / orang (1x makan)
- Sewa Guide Lokal : Rp200.000 - Rp300.000 / Orang
- Sewa Underwater Cam : Rp200.000 - Rp300.000
- Sewa Alat Snorkeling Full Set : Rp35.000
- Sewa Pelampung : Rp10.000 / pcs
- Sandar Kapal Snorkeling di Pulau : Rp10.000 - Rp20.000 / kapal
- Retribusi Nenda di Pulau Sekitar Harapan : Rp20.000 - Rp30.000 / orang


Contoh Perhitungan Trip ke Pulau Harapan
Untuk 5 Orang Non-Open Trip

Catatan
Mungkin beberapa dari kalian menanggap ini harga sepertinya mahal. Ya, memang mahal kalo pada patungannya cuma dikit.. Harga di daratan dan di pulau / laut sangat berbeda. Gak bisa dibandingin dengan wisata gunung juga. Jadi, nawar sewajarnya yaa.. Kalo mau murah yaa ikut open trip atau ramean! Enaknya kalo orangnya dikit, lebih menikmati dan quality time sama temen2 dapet banget. Semua ada plus minusnya yaa~

Mau nomor kontak di Pulau Harapan?
Bingung belom ada gambaran tentang spot snorkeling / jelajah pulau disana?
Galau mau milih nenda di pulau mana?

Silakan email pertanyaannya ke :
Email:  a.rezawandi@gmail.com 
DM ke IG / Twitter : @rezawandi. 


Bertanya via Whatsapp klik aja!

Gue gak bakal jawab tentang tarif yaa.. Udah gue tulis disini kok masih nanya tarif?

Yang mau pergi rombongan / private trip menggunakan homestay atau nenda minimal 12 orang gue bisa urusin. Kalian tidak perlu repot dan dijamin dapet spot-spot snorkeling gue yang bagus jauh dari keramaian wisatawan lainnya kayak gini nih :






Tsunami di Kepulauan Seribu

Akhir-akhir ini pulau Jawa sering gempa dan banyak yang khawatir tentang tsunami. Kepulauan Seribu letaknya strategis, jauh dari sesar gempa yang posisinya di selatan pulau Jawa. Satu-satunya jejak tsunami yang menerjang kepulauan seribu adalah ledakan anak gunung krakatau tahun 1883. Butuh tsunami dengan tinggi 30 meter untuk sampai ke kepulauan seribu. Kalian bisa Googling.



Masih ingat tsunami senyap yang terjadi di Anyer? Saat itu posisi gue nginep di keramba ikan beberapa puluh meter dari dermaga pulau Harapan. Cuma sekitar 5-6 menitan lah naik kapal dari dermaga ke keramba. Saat kejadian laut di sekitar gue hanya mendadak pasang dengan cepat. Tidak seperti biasanya naik pelan-pelan. Namun yang gue rasa yaa aman-aman aja. Dengan jarak ratusan kilometer dari titik awal tsunami dan gelombangnya sudah melewati pulau dan pesisir, maka gelombangnya sudah mereda.


Musim Hujan di Kepulauan Seribu


Musim hujan di Kepulauan Seribu dimulai dari bulan November sampai dengan Maret. Di musim ini angin bertiup dari arah barat. Orang-orang pulau juga kadang bilang "lagi musim barat!". Angin yang bertiup dari barat ini cenderung bikin ombak tinggi. Jangankan kapal snorkeling, kapal kayu penumpang yang dari kaliadem kalo ketemu angin barat pasti bersandar dulu di pulau terdekat.

Di musim ini juga kegiatan snorkeling bikin tidak nyaman. Arus laut sedikit kencang, air butek karena pasir-pasir/ substrat dari dasar laut terangkat. Belum lagi gelombangnya yang menghantam badan bikin mabok. Kalo gak terbiasa, bisa muntah. Jadi, persiapkan diri supaya fit gak cepat mabok laut dan mental tangguh supaya tegar menghadapi gelombang tinggi. Nyalimu bakal ciut panik dengar suara kayu kapal berdecit 'kratak kretek' dihantam ombak sambil miring-miring. Heheheee~

Waktu yang tepat ke pulau Harapan? Pastinya pada musim kemarau di bulan Mei - Oktober. Ombaknya udah tenang dan cuaca sudah pasti bersahabat. Hindari pergantian musim hujan ke kemarau (pancaroba). Ini juga kadang ga nentu diantara bulan Maret - Mei. Pergantian musim ini si puting beliung keluar dari kandangnya!

Sumber

Gue bukannya mau nakut-nakutin, tapi ada baiknya mempersiapkan diri sedari awal. Jangan takut ke Kepulauan Seribu!


Salam Bahari



- - - - -


Tarif resort instagramable ala Lombok di Lampung? Cek DISINI bro!

Resort di Lampung






















Berwisata di Pulau Harapan, Laut Birunya Jakarta

Gue pernah ke pulau-pulau yang banyak dihuni nelayan di gugusan kepulauan Seribu seperti Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Tidung dan Pulau Pramuka cuma Pulau Harapan yang karang-karangnya masih bagus. Pilihan pulau-pulau yang bisa disinggahi di sekitar Pulau Harapan juga banyak. Sebut saja Pulau Perak, Pulau Dolphin, Pulau Melinjo, Resort Pulau Putri, Pulau kelapa, dsb. Untuk berwisata pulau ini lebih hidup, sob!


Terhitung sudah 10 kali lebih gue mengunjungi pulau ini sejak tahun 2014 baik itu nginep di homestay ataupun nenda di sekitar pulau. Dari yang gak tahu apa-apa, sampai tau spot-spot snorkeling sepi pengunjung. Yang dulu kena harga tembak melulu, sekarang dikasih harga damai karena keseringan datang berkunjung.

Dan gak cuma itu, kadang masih dikasih diskonan. Yah, walaupun gue tetep kasih lebih karena gak enakan hati sob! Bukan tentang menekan harga agar hemat, tapi kehidupan mereka disini lebih susah daripada kehidupan kita di daratan yang apa-apa serba gampang dan sejahtera..



Untuk menuju ke Pulau Harapan, wisatawan memulai perjalanannya dari Pelabuhan rakyat Kaliadem. Di pelabuhan ini bersandar puluhan kapal dengan berbagai tujuan pulau di gugusan Kepuauan Seribu. Harga tiketnya beragam tergantung jarak. Paling mahal yaa Pulau Harapan / Kelapa dengan biaya Rp60.000,- / orang sekali jalan. Kapal-kapal ini kompak berangkat sekitar pukul 8 pagi.

CARA MENUJU PELABUHAN KALIADEM / MUARA ANGKE

Angkutan Umum :
1. Naik kendaraan arah Grogol, turun di depan perempatan Citraland lalu naik angkot KWK warna merah dengan nomor B.01 jurusan Grogol - Muara Angke

2. Naik kendaraan / KA ke Stasiun Kota, lalu naik angkot warna merah dengan nomor B.02 jurusan Jakarta Kota - Muara Angke

Ojek Online :
1. Gojek - Search 'Dermaga Kaliadem Muara Karang'
2. Grabbike/GrabCar - Search 'Pelabuhan kali Adem'

Jika kalian datang dengan angkutan umum akan banyak kang odong-odong menawarkan jasanya dengan meneriakkan 'Masuknya banjir!'. Penasaran, gue pernah coba jalan kaki dari depan gerbang, melewati pasar, rusun dan masuk ke pelabuhan. Hasilnya, berdasarkan panatuan gue banjir hanya semata kaki. Pastikan kalian datang sebelum jam 7 pagi. Karena diatas itu selain antrian tiket sudah mengular, akan dapat posisi tempat yang gak enak di atas kapal selama 3 jam perjalanan.

Tidak terlalu nyaman naik kapal seperti ini untuk melakukan perjalanan selama 3 jam. Tapi dari situ kalian bisa belajar merendahkan standar kenyamanan kalian demi suatu pengalaman baru.




Turun di dermaga utama, akan banyak orang-orang pulau yang menawarkan jasa kapal dan homestay dengan harga tembak. Dooorr...!!! Memanfaatkan waktu akhir pekan dan persaingan sudah tentu mereka akan sangat gencar. Tidak terkecuali gue yang pernah hampir dibohongi walaupun realitanya udah pesan dan melakukan DP jauh-jauh hari. Untungnya sudah koordinasi jadi aman..

Fasilitas di Pulau Harapan sama seperti pulau wisata lainnya yang ada di kepulauan seribu. Listrik mengalir 24 jam tanpa genset, ada sinyal jaringan telepon. Bahkan sinyal mobile data-nya lebih kencang di tengah laut. Kamar-kamar homestay dilengkapi dengan AC dan kasur-kasur busa serba lebar. Sangat dianjurkan untuk menyiapkan uang tunai sejak dari Jakarta, dikarenakan disini ada ATM Bank DKI tapi jarang ada uangnya / slow respond karena jaringan internetnya lemot. Ada juga ATM keliling BRI..


Selepas makan siang, wisatawan siap dibawa pergi ke tempat-tempat snorkeling. Bagi mereka yang tidak tahu atau 'cuma ngikut aja' akan dibawa ke spot-spot snorkeling berbarengan dengan wisatawan lainnya. Imbasnya, spot yang didatangi akan cepat kotor atau butek. Akan susah melakukan underwater selfie ala-ala karena substrat dari dasar laut sudah terbawa keatas akibat dari kepakan kaki katak wisatawan.

Ini yang gue hindari dan untungnya diamini sama kang kapal. Gue berkoordinasi melihat pergerakan arah wisatawan atau memutuskan untuk snorkeling di spot baru. Opsi terakhir ini sering gue lakukan karena lebih aman dan minim dikunjungi wisatawan lainnya sehingga puas melihat karang-karang yang rapi dan ikan yang masih banyak! tingkat kesuksesan melakukan underwater selfie ala-ala sangat tinggi sob!

Patut kalian ketahui juga, Pulau Harapan dan sekitarnya masuk dalam zonasi Taman Nasional Kepulauan Seribu. Gak kepikiran yah, Jakarta punya taman nasional? Hanya dalam area zonasi ini yang lautnya masih bagus


Unsur-unsur yang wajib kalian lihat dan alami pada trip Pulau Harapan itu adalah ikan-ikan, karang yang bagus, pantai dan sunset. Tidak perlu parno dengan paradigma pemikiran ikan hiu ganas. Tidak ada ikan hiu di sekitar perairan dangkal Pulau Harapan. Gue malah bersyukur kalo nemu.. Itu tandanya ekosistem di perairan tersebut sangat bagus.

Jika ke-empat unsur diatas terpenuhi, niscaya kehidupan di Instagram dan Path kalian akan penuh dengan pujian wow maupun Love. Tak jarang juga ada yang bakal iri berujung mupeng.. Jangan khawatir jika tidak dapat mengambil foto karang maupun ikan karena gue akan bantu. Dijamin kekinian!

Pada malam hari sempatkan diri untuk main-main di taman dekat dermaga utama Pulau Harapan. Banyak sajian kuliner yang dijual semacam telor kilik rasa cinta (bener lho namanya begitu), cilor, gorengan bumbu kacang terhits, bakaran seafood dan es rumput laut favorit gue karena ini rumput laut asli yang diambil dari laut sekitar pulau dan diolah oleh masyarakat setempat.





Semua pengalaman di akhir pekan ini (Sabtu-Minggu) dapat ditebus dengan harga Rp365.000,- per orangnya (Maksimal untuk 20 orang). Sudah termasuk dengan Kapal Kaliadem - Harapan PP, kapal snorkeling, retribusi pulau, makan 3x (tidak termasuk makan siang di hari Minggu), homestay AC, alat snorkeling dan bebas drama dari oknum-oknum orang pulau. Catet! Booking jauh-jauh hari lebih enak dapat akomodasi.

Sebagai tanda keinginan untuk ikut trip, kalian DIWAJIBKAN untuk membayar uang muka (DP) senilai Rp165.000,- per orangnya. DP ini untuk mengamankan biaya tiket kapal PP serta biaya patungan kapal snorkeling dan homestay AC disana. Sisanya dapat dibayarkan di Pelabuhan Kaliadem sebelum berangkat. Misalnya sudah membayar DP tapi kalian berhalangan berangkat, DP tidak dapat dikembalikan. Kok begitu? Karena jika dikembalikan, akan dibebankan ke orang-orang lainnya yang sudah tentu ga mau nambah biaya apa-apa lagi. Solusinya adalah mencari penggantinya.. Jadi si pengganti ini yang membayarkan DP ke kalian.

Alat snorkeling merupakan opsi bebas karena pada umumnya sudah mulai banyak yang punya. Jadi jika membawa sendiri, kurangi saja Rp35.000,- dari biaya trip alias cukup bayar Rp330.000,- saja.

Nah.. Seandainya kalian butuh info tentang Pulau Harapan atau mau ikutan gue ngetrip ke Pulau Harapan, silahkan disimpan salah satu kontak gue dibawah ini;

Email:  a.rezawandi@gmail.com 
DM ke IG / Twitter : @rezawandi 

Bertanya via Whatsapp klik aja!



Yang hobi nenda, bisa coba juga. Silahkan klik disini kisahnya. Tetap hemat!






..Salam Bahari..


Kemping Ceria di Pulau Air, Kep. Seribu

Masa-masa puasa telah usai, gak sabar maen-maen air di laut. Yaa walaupun gue agak nekat di minggu ketiga puasa keluyuran di Pulau Harapan...dan tetep puasa. Ahahaa.. Lanjut! Gue dan temen-temen ngejajal kemping di Pulau Air, Kepulauan Seribu.

Pulau Air, Kep. Seribu

Pulau Air berdekatan dengan Pulau Pramuka hanya kurang lebih 45 menit. Start dari Kaliadem naik KM. Dolphin menempuh perjalanan 2 jam ke Pulau Pramuka. Sampai di Pulau Pramuka sekitar jam 10, isi perut dulu di warung terdekat sambil nunggu kang kapal nyiapin kapal, beberapa alat snorkeling yang disewa dan air galonan keperluan kemping.




Cuaca super cerah, laut biru yang tenang, langsung menuju spot snorkeling pertama di dekat-dekat Pulau Air. Karang-karang disini lumayan besar dihiasi ikan-ikan karang lumayan banyak. Arusnya ga begitu kencang hanya saja pilih spot jangan sampe berdekatan dengan pengunjung lain yang lagi snorkeling. Dijamin, jarak pandang terhalang dengan pasir yang melayang-layang karena saking banyaknya yang ngepak-ngepak fin.

Karena terumbu karang disini besar-besar, ada beberapa yang membentuk celah. Jadi buat kalian yang bisa nyelam bebas bisa tuh lewat di celah-celah maupun lobang di karangnya.


Selalu ada nih ikan kakatua wara wiri bersama kalo lagi cari makan.




Pindah ke spot kedua dekat Pulau Panggang, lautnya udah mulai sedikit berarus. Pergantian suhu air yang hangat dan dingin makin sering di rasakan, begitu pula dengan pasir-pasirnya yang ikut terbawa. Disini ga terlalu lama snorkeling-nya mengingat hari udah semakin sore dan kita belum memasang tenda dan masak untuk makan malam.




Menuju Pulau Air, melewati kanal buatannya. Sangat jelas kanal ini buatan dan sisa kerukannya ditimbun di sisi kanan kiri dan menjadi pulau-pulau mini karena timbunannya sudah ditumbuhi pohon kayu angin. Pohon khas yang banyak tersebar di Kepulauan Seribu. Mungkin karena timbunan ini air di kanalnya sangat tenang, seperti kolam alami. Jika diliat secara luas, Pulau Air ini terdiri dari beberapa pulau-pulau kecil di sekitarnya berdekatan.




Tiba di pesisir timur Pulau Air, terlihat banyak yang sudah mendirikan tendanya. Sepertinya kita kehabisan spot bagus untuk nenda di pulau utamanya. Dan sewaktu mau mencari tempat lainnya, timbul masalah. Kapalnya mogok! Ahahaa.. Udah diengkol berkali-kali gak mau nyala. Hopeless, terpaksa turun dan segera bongkar muatan karena udah kesorean menjelang magrib. Sementara kang kapal menunggu jemputan rekannya dari Pulau Pramuka untuk narik si kapal mogok dan nganterin ikan buat bakar-bakaran makan malam, kita masang tenda gak lupa juga nyiapin bahan makanan yang udah kita bawa masing-masing.

Dimalam hari, apalagi yang dilakukan selain bakar-bakar ikan, makan bareng dan ngobrol-ngobrol. Quality time! Sekitar jam 4 dini hari sempat pada bangun mindah-mindahin baju yang dijemur karena angin kencang sepaket dengan guyuran hujan.



Pagi hari, menikmati sunrise tepat dipinggir pantai tenda kita berdiri sambil nyiapin mie instant buat sarapan. Ternyata semaleman banyak yang tidurnya gak nyenyak. Bukan karena kepanasan, bukan pula gak enak posisinya. Tapi banyak 'penunggu' Pulau Air yang nyamperin tenda gangguin penghuninya. Mulai dari yang goyang-goyangin tenda, sampe nongolin wajahnya masuk ke tenda. Ahahhaaa..


Selesai sarapan, langsung beres-beres packing ga lupa juga sampah-sampahnya juga dikumpulin. Sembari menunggu kapal jemputan datang, main-main dulu di sekitar dermaga Pulau Air. Lebih cocok gue bilang pelabuhan daripada dermaga.





Sampai di Pulau Pramuka, langsung mandi bilas karena emang kemarinnya gak mandi. Sehari semalem abis snorkeling gak mandi bilas. Hehehee.. Abis makan siang, langsung segera naik aja ke KM. Dolphin yang udah parkir di dermaga biar dapet tempat enak buat selonjoran.



Bye, Air island!