Showing posts with label Jakarta. Show all posts

10 Langkah Perpanjang Paspor Online Sendiri


Cara ini berdasarkan pengalaman pribadi tanpa bantuan orang lain saat perpanjang paspor. Tidak ada unsur calo maupun bayar-bayar petugas. Pengalaman baru gue juga nih perpanjang paspor online (10 April 2019). Langsung saja!



Pertama, download aplikasi Layanan Paspor Online keluaran Dirjen Imigrasi di Appstore (hape gue Android).

Kedua, buat akun baru untuk login antrian paspor. Gue udah coba bikin akun di web https://antrian.imigrasi.go.id tapi ga proses / not responding website-nya. PR bagi Dirjen Imigrasi upgrade bandwith server.

Ketiga, input antrian paspor ini dimulai hari Jumat pukul 2 siang sampai hari Minggu. HARI BIASA TIDAK BISA BRO! Jadi di hari Jumat jam 2 siang gue udah standby di depan PC dan login ke web https://antrian.imigrasi.go.id.

Keempat, mulai lah mencari tanggal. Gue dapat tanggal lowongnya 2 minggu dari tanggal gue login. Seminggu dari gue login udah pada penuh! Bayangin.. Baru juga dibuka antriannya. Gila bro! Pastiin internetnya pada kenceng karena ini rebutan kuota. Anyway, ambil jam siang (11.00 - 12.00) yaaa~

Kelima, jika sudah dapat antrian berupa QR Code, langsung print untuk dibawa nantinya ke kantor imigrasi di lokasi dan tanggal yang sudah ditentukan.

Keenam, sebelum pergi ke kantor imigrasi fotokopi dulu dokumen-dokumennya WAJIB BERUKURAN A4 per dokumennya. Dokumen yang gue fotokopi ada eKTP, KK, halaman paspor yang ada fotonya, akta lahir. Bawa juga dokumen aslinya dan beli materai 6.000 selembar yaa~

Ketujuh, datang jam 9 pagi. Ambil formulir perpanjangan serta formulir pernyataan dan nomor antrian. Tanya security aja PASTI diarahkan. Isi formulir dan tunggu sampe dipanggil untuk pemeriksaan berkas.

Kedelapan, serahkan formulir ke petugas dan dokumen asli untuk dicek apakah sudah benar atau belum. Jika sudah, nanti petugas akan menyerahkan antrian untuk wawancara dan rekam biometrik.

Kesembilan, wawancara dan biometrik. Kalo ditanya mau kemana? Gue bilangnya gak kemana-mana belum ada rencana. Cuma mau perpanjang aja. Setelah itu foto dan rekam sidik jari. Ketika difoto, gak boleh pake baju putih, gak boleh pake lensa kontak dan gak boleh pake kacamata.

Kesepuluh, selesai proses wawancara dan biometrik akan diserahkan kertas yang tercantum barcode dan jumlah pembayaran senilai Rp355.000,- untuk paspor 48 halaman. Barcode ini untuk nanti saat pengambilan paspor setelah 4 hari kerja.



Done! Paspor baru sudah di tangan~

Sekedar Saran

1. Kalo misalnya mau pake hape untuk melakukan langkah keempat, pastiin lokasi berada di wilayah kantor imigrasi inceran. Contohnya gue, mau melakukan di imigrasi seputaran Jakarta tapi gue login di Bekasi. Search Jakarta ga nongol.

2. Di langkah keenam, gue sebenarnya bawa semua dokumen kependudukan. Sampe fotokopi KTP orang tua juga gue bawa. Ini bukan karena tanpa sebab, saat gue ambil antrian via web lokasi di Jakarta sudah penuh untuk seminggu kedepannya. Yg masih ada kuota 2 minggu kedepan ada di Bekasi. Jadi gue pilih Imigrasi Kelas 2 Bekasi. Karena KTP gue DKI Jakarta dan daripada nanti dokumen kurang lengkap kudu bolak balik, maka gue boyong semuanya dan gue fotokopi.

3. Pembayaran di langkah kesepuluh gue lakukan di mobil Kantor Pos keliling yg memang nangkring di Imigrasi Bekasi untuk pembayaran tunai. Petugas menawarkan jika selesai apakah paspor mau dikirim atau ngga? Ini bebas memilih.

Berwisata di Pulau Harapan, Laut Birunya Jakarta

Gue pernah ke pulau-pulau yang banyak dihuni nelayan di gugusan kepulauan Seribu seperti Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, Pulau Tidung dan Pulau Pramuka cuma Pulau Harapan yang karang-karangnya masih bagus. Pilihan pulau-pulau yang bisa disinggahi di sekitar Pulau Harapan juga banyak. Sebut saja Pulau Perak, Pulau Dolphin, Pulau Melinjo, Resort Pulau Putri, Pulau kelapa, dsb. Untuk berwisata pulau ini lebih hidup, sob!


Terhitung sudah 10 kali lebih gue mengunjungi pulau ini sejak tahun 2014 baik itu nginep di homestay ataupun nenda di sekitar pulau. Dari yang gak tahu apa-apa, sampai tau spot-spot snorkeling sepi pengunjung. Yang dulu kena harga tembak melulu, sekarang dikasih harga damai karena keseringan datang berkunjung.

Dan gak cuma itu, kadang masih dikasih diskonan. Yah, walaupun gue tetep kasih lebih karena gak enakan hati sob! Bukan tentang menekan harga agar hemat, tapi kehidupan mereka disini lebih susah daripada kehidupan kita di daratan yang apa-apa serba gampang dan sejahtera..



Untuk menuju ke Pulau Harapan, wisatawan memulai perjalanannya dari Pelabuhan rakyat Kaliadem. Di pelabuhan ini bersandar puluhan kapal dengan berbagai tujuan pulau di gugusan Kepuauan Seribu. Harga tiketnya beragam tergantung jarak. Paling mahal yaa Pulau Harapan / Kelapa dengan biaya Rp60.000,- / orang sekali jalan. Kapal-kapal ini kompak berangkat sekitar pukul 8 pagi.

CARA MENUJU PELABUHAN KALIADEM / MUARA ANGKE

Angkutan Umum :
1. Naik kendaraan arah Grogol, turun di depan perempatan Citraland lalu naik angkot KWK warna merah dengan nomor B.01 jurusan Grogol - Muara Angke

2. Naik kendaraan / KA ke Stasiun Kota, lalu naik angkot warna merah dengan nomor B.02 jurusan Jakarta Kota - Muara Angke

Ojek Online :
1. Gojek - Search 'Dermaga Kaliadem Muara Karang'
2. Grabbike/GrabCar - Search 'Pelabuhan kali Adem'

Jika kalian datang dengan angkutan umum akan banyak kang odong-odong menawarkan jasanya dengan meneriakkan 'Masuknya banjir!'. Penasaran, gue pernah coba jalan kaki dari depan gerbang, melewati pasar, rusun dan masuk ke pelabuhan. Hasilnya, berdasarkan panatuan gue banjir hanya semata kaki. Pastikan kalian datang sebelum jam 7 pagi. Karena diatas itu selain antrian tiket sudah mengular, akan dapat posisi tempat yang gak enak di atas kapal selama 3 jam perjalanan.

Tidak terlalu nyaman naik kapal seperti ini untuk melakukan perjalanan selama 3 jam. Tapi dari situ kalian bisa belajar merendahkan standar kenyamanan kalian demi suatu pengalaman baru.




Turun di dermaga utama, akan banyak orang-orang pulau yang menawarkan jasa kapal dan homestay dengan harga tembak. Dooorr...!!! Memanfaatkan waktu akhir pekan dan persaingan sudah tentu mereka akan sangat gencar. Tidak terkecuali gue yang pernah hampir dibohongi walaupun realitanya udah pesan dan melakukan DP jauh-jauh hari. Untungnya sudah koordinasi jadi aman..

Fasilitas di Pulau Harapan sama seperti pulau wisata lainnya yang ada di kepulauan seribu. Listrik mengalir 24 jam tanpa genset, ada sinyal jaringan telepon. Bahkan sinyal mobile data-nya lebih kencang di tengah laut. Kamar-kamar homestay dilengkapi dengan AC dan kasur-kasur busa serba lebar. Sangat dianjurkan untuk menyiapkan uang tunai sejak dari Jakarta, dikarenakan disini ada ATM Bank DKI tapi jarang ada uangnya / slow respond karena jaringan internetnya lemot. Ada juga ATM keliling BRI..


Selepas makan siang, wisatawan siap dibawa pergi ke tempat-tempat snorkeling. Bagi mereka yang tidak tahu atau 'cuma ngikut aja' akan dibawa ke spot-spot snorkeling berbarengan dengan wisatawan lainnya. Imbasnya, spot yang didatangi akan cepat kotor atau butek. Akan susah melakukan underwater selfie ala-ala karena substrat dari dasar laut sudah terbawa keatas akibat dari kepakan kaki katak wisatawan.

Ini yang gue hindari dan untungnya diamini sama kang kapal. Gue berkoordinasi melihat pergerakan arah wisatawan atau memutuskan untuk snorkeling di spot baru. Opsi terakhir ini sering gue lakukan karena lebih aman dan minim dikunjungi wisatawan lainnya sehingga puas melihat karang-karang yang rapi dan ikan yang masih banyak! tingkat kesuksesan melakukan underwater selfie ala-ala sangat tinggi sob!

Patut kalian ketahui juga, Pulau Harapan dan sekitarnya masuk dalam zonasi Taman Nasional Kepulauan Seribu. Gak kepikiran yah, Jakarta punya taman nasional? Hanya dalam area zonasi ini yang lautnya masih bagus


Unsur-unsur yang wajib kalian lihat dan alami pada trip Pulau Harapan itu adalah ikan-ikan, karang yang bagus, pantai dan sunset. Tidak perlu parno dengan paradigma pemikiran ikan hiu ganas. Tidak ada ikan hiu di sekitar perairan dangkal Pulau Harapan. Gue malah bersyukur kalo nemu.. Itu tandanya ekosistem di perairan tersebut sangat bagus.

Jika ke-empat unsur diatas terpenuhi, niscaya kehidupan di Instagram dan Path kalian akan penuh dengan pujian wow maupun Love. Tak jarang juga ada yang bakal iri berujung mupeng.. Jangan khawatir jika tidak dapat mengambil foto karang maupun ikan karena gue akan bantu. Dijamin kekinian!

Pada malam hari sempatkan diri untuk main-main di taman dekat dermaga utama Pulau Harapan. Banyak sajian kuliner yang dijual semacam telor kilik rasa cinta (bener lho namanya begitu), cilor, gorengan bumbu kacang terhits, bakaran seafood dan es rumput laut favorit gue karena ini rumput laut asli yang diambil dari laut sekitar pulau dan diolah oleh masyarakat setempat.





Semua pengalaman di akhir pekan ini (Sabtu-Minggu) dapat ditebus dengan harga Rp365.000,- per orangnya (Maksimal untuk 20 orang). Sudah termasuk dengan Kapal Kaliadem - Harapan PP, kapal snorkeling, retribusi pulau, makan 3x (tidak termasuk makan siang di hari Minggu), homestay AC, alat snorkeling dan bebas drama dari oknum-oknum orang pulau. Catet! Booking jauh-jauh hari lebih enak dapat akomodasi.

Sebagai tanda keinginan untuk ikut trip, kalian DIWAJIBKAN untuk membayar uang muka (DP) senilai Rp165.000,- per orangnya. DP ini untuk mengamankan biaya tiket kapal PP serta biaya patungan kapal snorkeling dan homestay AC disana. Sisanya dapat dibayarkan di Pelabuhan Kaliadem sebelum berangkat. Misalnya sudah membayar DP tapi kalian berhalangan berangkat, DP tidak dapat dikembalikan. Kok begitu? Karena jika dikembalikan, akan dibebankan ke orang-orang lainnya yang sudah tentu ga mau nambah biaya apa-apa lagi. Solusinya adalah mencari penggantinya.. Jadi si pengganti ini yang membayarkan DP ke kalian.

Alat snorkeling merupakan opsi bebas karena pada umumnya sudah mulai banyak yang punya. Jadi jika membawa sendiri, kurangi saja Rp35.000,- dari biaya trip alias cukup bayar Rp330.000,- saja.

Nah.. Seandainya kalian butuh info tentang Pulau Harapan atau mau ikutan gue ngetrip ke Pulau Harapan, silahkan disimpan salah satu kontak gue dibawah ini;

Email:  a.rezawandi@gmail.com 
DM ke IG / Twitter : @rezawandi 

Bertanya via Whatsapp klik aja!



Yang hobi nenda, bisa coba juga. Silahkan klik disini kisahnya. Tetap hemat!






..Salam Bahari..


Mau Nenda di Pulau Tak Berpenghuni? Cobain Pulau Opak Besar!

Akhirnya nendaan lagi setelah kemping di Pulau Air. Pulau Opak Besar letaknya ada di Kepulauan Seribu, bertetangga langsung dengan Pulau Harapan / Pulau Kelapa. Pulau ini sama sekali gak ada penghuninya. Cuma monyet yang bakal datang menyambut kedatangan kalian saat menepi. Siap-siap barangnya dijarah. Hhehehehee~ #IniSerius


Untuk menuju kesini, dimulai dari Pelabuhan Kaliadem menuju Pulau Harapan. Ada beberapa 'kapal ojek' yang siap mengantarkan seperti kapal Miles 1, Miles 2, Garuda Express, Dolphin, sebutkan saja nama kapalnya di loket tiket. Harga tiket ke Pulau Harapan senilai Rp55.000 + uang retribusi (yang dulunya gak ada) Dishub Rp2.000 yang kalo ditotalkan jadi Rp57.000,- sekali jalan. Dari Kaliadem menuju Pulau Harapan ditempuh dengan durasi 3 jam perjalanan. Tahan mulesmu, tahan ngantukmu!  Datang lebih pagi ke Kaliadem biar dapet posisi enak di atas kapal.

Teman-teman kemping kali ini
Seandainya KM. Sabuk Nusantara gak pake ngetem, gue pasti naik.
Tiba di Pulau Harapan sekitar pukul 11.00 WIB menjelang siang. Neraka bocor halus! Panas sob! Anak-anak manja ibukota yang terbiasa dengan AC banyak tergeletak tak berdaya bak ikan segar di permukaan tanah. Gelepar-gelepar. Yaa kali.. 

Kumpul di dekat taman, kapal jelajah udah sandar cantik seperti gorengan bakwan di tepi wajan. Udah siap aja.. Setelah naro barang-barang, makan siang dulu isi tenaga biar kuat menerjang laut, membelah ombak dan menyelam hingga ke dasar. Gak lupa ganti baju basah yang modis untuk snorkeling buat gegayaan selfie dibawah laut.

Beres makan dan ganti baju, saatnya snorkeling! Karena nenda, snorkeling hanya 2 spot aja di Pulau Kayuangin Bira dan Gusung Opak sebelah timur demi mengejar waktu biar gak kemalaman masang tenda dan siapin api buat masak.






Sekitar jam 16.00 WIB, dengan berat hati meninggalkan laut untuk merapat ke Pulau Opak sebelah barat untuk mendirikan tenda. Bagian ini mempunyai daratan pasir yang cukup luas untuk dijadikan camping ground. Enak juga kan tidurnya diatas pasir, gak sekeras tidur di atas tanah. Apalagi dibawah tanah. Itu meninggal namanya~




Bangun tenda agak direpotkan oleh seekor monyet yang mulai sweeping barang-barang bawaan karena bodat satu ini dengan mental penjajah berhasil menjarah beberapa logistik makanan. Untung gak habis diambil semua.. Kalo habis bisa pesta barbekyu bodat.

Malam hari dihabiskan dengan makan bersama, curhat tentang percintaan remaja masa kini dan kisah cinta pribadi-pribadi yang hatinya tersesat tanpa arah. Sementara gue sibuk nyalain api unggun dari kayu-kayu setengah basah yang ada di sekitar tenda.

Gak ada yang mandi bilas hari itu karena emang cuma bawa air terbatas untuk makan minum aja. Pulaunya aja gak berpenghuni jadi jangan harap ada-sumur-di-ladang-boleh-kita-numpang-mandi. Monyet aja nyemplung ke laut gak bilas.

Matahari terbenam dilihat dari Pulau Opak

Pagi hari udaranya dingin sob! Matahari belum nongol ketutup awan. Mata yang udah kebuka dengan mudahnya kembali tertutup terbawa mimpi. Sedikit memaksakan untuk bangun dan segera menyalakan api unggun untuk menghangatkan diri. Biar melek juga..

Setelah sarapan, sempatkan diri untuk berkeliling sedikit ke arah timur pulau. Menelusuri pasir putih sambil melihat ikan-ikan wara wiri nyari makan. Pulau Opak punya karang di bagian yang dangkal dan masih terjaga karena jarang dikunjungi orang-orang.




Sekitar pukul 09.00 WIB mulai beres-beres lipat tenda dan ngumpulin sampah-sampah bekas masak untuk dibawa kembali ke Pulau Harapan. Sayang sob, pulau tak berpenghuni gak ada pasukan orange / PPSU buat bersihin. 





Tiba kembali di Pulau Harapan, segera beli tiket lalu naik ke kapal yang masih kosong. Wuenaaakk selonjoran! Sementara selonjoran, temen-temen lainnya yang gak tahan sama bau badan sendiri inisiatif untuk bilas di rumah warga. Gak lupa juga beli makan siang..


Keep Traveling!





Ke Pulau Seribu Kini Makin Murah!

Ini bener-bener berita bagus nih! Jalur pelayaran khusus Kepulauan Seribu bakal dilayani oleh Pemprov DKI dengan bantuan Kemenhub yang menggelontorkan dana subsidi. Cukup Rp15.000,- sudah bisa sampai di pulau-pulau tujuan wisata Kepulauan Seribu. Keren!

KM. Sabuk Nusantara 46 - Rd. Ramanda Jahansyahtono (Kompas)

Dengan Rp15.000 kita sebagai penumpang dapat asuransi. Bayangin.. Ke Pulau Harapan aja, bisa seharga Rp114.000 untuk pergi pulang. Pake kapal ini yang juga difasilitasi dengan mushola, ruang makan dan klinik jadinya cuma Rp30.000 aja. Wow! Kapasitas kapalnya sendiri adalah 114 penumpang dengan barang dan bisa juga jadi 225 penumpang kalo ngga diisi barang. KM Sabuk Nusantara dioperasikan oleh PT Pelni, lho.. Bukan ASDP Ferry maupun Dishub. Jadi sudah pengalaman banget meng-handle penumpang.

Kapal ini menjadikan Pelabuhan Sunda Kelapa sebagai basisnya dan mulai beroperasi pada hari Sabtu, 30 Januari 2016. Tujuan pulau-pulaunya adalah  Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung, Pulau Pramuka dan Pulau Kelapa (Harapan) dengan durasi perjalanan 4 jam. Dalam satu hari hanya melayani satu kali pelayaran pergi pulang berdurasi total 8 jam.

Rencananya, KM Sabuk Nusantara 46 ini akan menggratiskan warga ber-KTP Kepulauan Seribu naik bolak-balik ke Jakarta demi untuk memajukan perekonomian warga Kepulauan Seribu. Ngga hanya kapal ini, naik Transjakarta juga gratis!

(Liputan 6)
Mudah-mudahan dengan adanya kapal perintis di Kepulauan Seribu, para operator kapal yang berada di pelabuhan Kaliadem bisa meningkatkan lagi sisi keamanan, kenyamanan maupun layanannya terhadap penumpang karena akan bersaing langsung dengan kapal motor milik Pelni ini. Dan juga distribusi logistik ke sekitar Kepulauan Seribu menjadi mudah plus murah.

(Detik)
JADWAL KM. SABUK NUSANTARA 46

Senin - Rabu - Sabtu : Start Pelabuhan Sunda Kelapa, Jam 8 Pagi
Tujuan Pulau Untung Jawa, Pramuka dan Kelapa / Harapan

Selasa - Kamis - Minggu : Start Pulau Kelapa / Harapan, Jam 8 Pagi
Tujuan Pulau Pramuka, Untung Jawa, Sunda Kelapa




Kemping Ceria di Pulau Air, Kep. Seribu

Masa-masa puasa telah usai, gak sabar maen-maen air di laut. Yaa walaupun gue agak nekat di minggu ketiga puasa keluyuran di Pulau Harapan...dan tetep puasa. Ahahaa.. Lanjut! Gue dan temen-temen ngejajal kemping di Pulau Air, Kepulauan Seribu.

Pulau Air, Kep. Seribu

Pulau Air berdekatan dengan Pulau Pramuka hanya kurang lebih 45 menit. Start dari Kaliadem naik KM. Dolphin menempuh perjalanan 2 jam ke Pulau Pramuka. Sampai di Pulau Pramuka sekitar jam 10, isi perut dulu di warung terdekat sambil nunggu kang kapal nyiapin kapal, beberapa alat snorkeling yang disewa dan air galonan keperluan kemping.




Cuaca super cerah, laut biru yang tenang, langsung menuju spot snorkeling pertama di dekat-dekat Pulau Air. Karang-karang disini lumayan besar dihiasi ikan-ikan karang lumayan banyak. Arusnya ga begitu kencang hanya saja pilih spot jangan sampe berdekatan dengan pengunjung lain yang lagi snorkeling. Dijamin, jarak pandang terhalang dengan pasir yang melayang-layang karena saking banyaknya yang ngepak-ngepak fin.

Karena terumbu karang disini besar-besar, ada beberapa yang membentuk celah. Jadi buat kalian yang bisa nyelam bebas bisa tuh lewat di celah-celah maupun lobang di karangnya.


Selalu ada nih ikan kakatua wara wiri bersama kalo lagi cari makan.




Pindah ke spot kedua dekat Pulau Panggang, lautnya udah mulai sedikit berarus. Pergantian suhu air yang hangat dan dingin makin sering di rasakan, begitu pula dengan pasir-pasirnya yang ikut terbawa. Disini ga terlalu lama snorkeling-nya mengingat hari udah semakin sore dan kita belum memasang tenda dan masak untuk makan malam.




Menuju Pulau Air, melewati kanal buatannya. Sangat jelas kanal ini buatan dan sisa kerukannya ditimbun di sisi kanan kiri dan menjadi pulau-pulau mini karena timbunannya sudah ditumbuhi pohon kayu angin. Pohon khas yang banyak tersebar di Kepulauan Seribu. Mungkin karena timbunan ini air di kanalnya sangat tenang, seperti kolam alami. Jika diliat secara luas, Pulau Air ini terdiri dari beberapa pulau-pulau kecil di sekitarnya berdekatan.




Tiba di pesisir timur Pulau Air, terlihat banyak yang sudah mendirikan tendanya. Sepertinya kita kehabisan spot bagus untuk nenda di pulau utamanya. Dan sewaktu mau mencari tempat lainnya, timbul masalah. Kapalnya mogok! Ahahaa.. Udah diengkol berkali-kali gak mau nyala. Hopeless, terpaksa turun dan segera bongkar muatan karena udah kesorean menjelang magrib. Sementara kang kapal menunggu jemputan rekannya dari Pulau Pramuka untuk narik si kapal mogok dan nganterin ikan buat bakar-bakaran makan malam, kita masang tenda gak lupa juga nyiapin bahan makanan yang udah kita bawa masing-masing.

Dimalam hari, apalagi yang dilakukan selain bakar-bakar ikan, makan bareng dan ngobrol-ngobrol. Quality time! Sekitar jam 4 dini hari sempat pada bangun mindah-mindahin baju yang dijemur karena angin kencang sepaket dengan guyuran hujan.



Pagi hari, menikmati sunrise tepat dipinggir pantai tenda kita berdiri sambil nyiapin mie instant buat sarapan. Ternyata semaleman banyak yang tidurnya gak nyenyak. Bukan karena kepanasan, bukan pula gak enak posisinya. Tapi banyak 'penunggu' Pulau Air yang nyamperin tenda gangguin penghuninya. Mulai dari yang goyang-goyangin tenda, sampe nongolin wajahnya masuk ke tenda. Ahahhaaa..


Selesai sarapan, langsung beres-beres packing ga lupa juga sampah-sampahnya juga dikumpulin. Sembari menunggu kapal jemputan datang, main-main dulu di sekitar dermaga Pulau Air. Lebih cocok gue bilang pelabuhan daripada dermaga.





Sampai di Pulau Pramuka, langsung mandi bilas karena emang kemarinnya gak mandi. Sehari semalem abis snorkeling gak mandi bilas. Hehehee.. Abis makan siang, langsung segera naik aja ke KM. Dolphin yang udah parkir di dermaga biar dapet tempat enak buat selonjoran.



Bye, Air island!












Destinasi Wisata Pulau Harapan, Kep. Seribu

Sebenarnya, Pulau Harapan yang ada di Kepulauan Seribu itu gak ada apa-apanya selain pemukiman penduduk yang berprofesi sebagai nelayan. Yang menjadi daya tarik itu adalah menjelajah pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Harapan. Konon katanya ada 77 pulau yang masuk ke kelurahan Pulau Harapan, kecamatan Kepulauan Seribu Utara.


Berkunjung ke Pulau Harapan udah pasti jelajah pulau sembari snorkeling. Ini dia pulau-pulau yang wajib didatangi untuk snorkeling di sekitar pulau Harapan karena pemandangan bawah lautnya masih terjaga. Gak tau yaa 2-3 tahun lagi seperti apa bentuk bawah lautnya.


1. Pulau Bira Besar




Pertama kali menginjakkan fin disini, langsung disambut sama ikan-ikan yang berseliweran di sekitar badan kita. Sepertinya ikan-ikannya udah biasa diberi makan sama manusia. Bisa juga menjelajah di dalam pulaunya bekas resort Patra Jasa.


2. Pulau Putri Barat




Lokasinya didepan persis Resort Pulau Putri. Patokannya adalah tiang pancang lampu suar didepan dermaga resort. Konturnya miring banget, jadi bagian yang dangkalnya hanya sedikit, langsung menjorok ke dalam.


3. Pulau Kayu Angin




4. Pulau Genteng




5. Pulau Gusung



Gue gak ngerekomendasiin buat snorkeling disini. Bulu babinya terlalu banyak, trus terlalu bergelombang. Daripada capek diterjang gelombang di pulau gundukan pasir di tengah laut ini, mending foto-foto aja.


6. Pulau Perak



Tempat beristirahat setelah beberapa jam menjelajah pulau sambil snorkeling. Banyak warung yang jual jajanan enak disini. Jadi, pastiin bawa uang yaa.. Selain jajan, kita juga bisa main-main ayunan. Coba trekking ke sisi sebelah pulaunya jika ingin pemandangan bagus lainnya. Bisa membelah dari tengah, atau menyusuri tepi pulau. 


7. Pulau Bulat




Pulau yang konon katanya milik mantan presiden Soeharto. Luasnya sekitar 1 hektar, berisi rumah dua tingkat dengan halaman belakang yang ditata. Pulau ini dikelilingi tembok pemecah ombak. Yang dapat dilakukan disini hanya keliling pulau sambil foto-foto.


8. Pulau Macan




Lokasi persis di depan resort Pulau Macan. Perairannya dangkal banget tapi karangnya bagus-bagus lhooo..

9. Pulau Putri

A photo posted by Reza Wandi (@rezawandi) on

Pulau Putri (Putri Timur) merupakan private resort untuk umum. Harga per malamnya sekitar 1,8 juta per orang, sudah bisa menginap dan menikmati fasilitas-fasilitasnya yang sudah disediakan. Tapi, jika kalian yang dari Pulau Harapan ingin sekedar singgah disini bisa lho.. Cukup bayar 50 ribu aja per orangnya.

Ngga hanya itu aja lho, yaa.. Masih ada Pulau Pabelokan, Pulau Opak Besar, Gosong Belanda, Pulau Belanda (ekosistem penyu), Pulau Rangat, Pulau Penjaliran Timur, Pulau Pateloran Timur, Pulau Nyamplung, Pulau Macan, Pulau Pantara Kecil, Pulau Papatheo, Pulau Rangat dan banyak lagi pulau lain-lainnya yang belum gue jelajahi di sekitar Pulau Harapan.



Jadi, jangan bosen-bosen berkunjung ke Pulau Harapan yaa..